
Region:Asia
Author(s):Viraj Pangam, Tania Bansal
Product Code:KRID1125
April 2023
105
Publikasi berjudul ‘'Tinjauan dan Prospek Pasar Peralatan Pengisian Kendaraan Listrik Indonesia hingga 2026: Didorong oleh masuknya investasi dari luar negeri ditambah dengan peningkatan fokus pada pengendalian emisi’ mencakup ikhtisar Industri Peralatan Pengisian EV dengan menganalisis statistik historis Pengisian EV dan perubahan yang terjadi pada Kelas Menengah populasi di Indonesia. Laporan tersebut mencakup berbagai aspek termasuk ukuran pasar industri Peralatan Pengisian EV berdasarkan total pendapatan yang dihasilkan dari charging equipment. Selanjutnya, laporan ini memberikan wawasan yang komprehensif tentang tren & perkembangan industri, masalah dan tantangan, ekosistem, analisis rantai nilai, Analisis SWOT, peraturan & regulasi, pengungkit pertumbuhan industri; perbandingan Produsen Peralatan Pengisian EV teratas berdasarkan Gambaran Umum, Produk, Aliran Bisnis, Kemampuan Manufaktur, Saluran Distribusi, Proyek Terbaru, Struktur Biaya, serta Penghargaan dan Pengakuan. Laporan tersebut juga berfokus pada segmentasi Industri Peralatan Pengisian EV Indonesia berdasarkan Jenis Pengiriman Uang menurut Jenis Pengisian, Jenis Pengisi Daya, Jenis Kendaraan, Jenis Geografis, dan Berdasarkan Saluran Penjualan. Bagian Pengisian EV dari laporan diakhiri dengan proyeksi untuk masa depan industri termasuk perkiraan total pendapatan Peralatan Pengisian EV pada tahun 2026, dan pandangan analis tentang masa depan yang menyoroti peluang besar.

Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia, dengan populasi hampir 250 juta orang. Dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan urbanisasi yang pesat di Indonesia, diproyeksikan akan semakin banyak orang yang memiliki kendaraan pribadi untuk mobilitas. Sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi CO2 terbesar di Indonesia, kedua setelah sektor industri. Pada tahun 2019, telah ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Program Percepatan Kendaraan Listrik Baterai Untuk Angkutan Jalan. Peraturan ini menjadi payung hukum pengembangan kendaraan listrik Indonesia dan memberikan efek domino bagi beberapa kementerian untuk memulai proyek kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Penjualan Kendaraan Listrik berbasis Baterai tumbuh pada CAGR sebesar 719% selama 2017 dan 2021.
Pendapatan pasar Peralatan Pengisian EV tumbuh pada CAGR 499% selama 2017 hingga 2021, menyaksikan tingkat pertumbuhan 901% pada 2020 dari 2019 dan 180% pada 2021 dari 2020. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat sebesar 5% pada 2019, yang diprediksi akan pulih kembali pada tahun 2022 setelah pandemi COVID-19, dan dengan tingkat urbanisasi yang tinggi, diperkirakan kebutuhan akan mobilitas yang nyaman akan melonjak. Pada Juni 2021, Menteri ESDM menyebutkan target nasional yang ambisius yaitu hanya sepeda motor listrik yang dijual mulai tahun 2040 dan semua kendaraan yang dijual mulai tahun 2050 menjadi kendaraan listrik.
Saat ini, persaingan di bidang pengisian daya untuk EV di Indonesia bersifat monopolistik, dengan PLN ditugaskan untuk membangun dan memantau SPKLU di seluruh negeri. Pemain swasta berharap untuk memperluas operasi mereka di Indonesia, tetapi tidak melakukannya karena kekhawatiran yang belum tertangani mengenai profitabilitas operasi pengisian EV, tarif listrik yang diatur secara ketat, dll. Perusahaan yang mengoperasikan layanan transportasi umum seperti bus E dan taksi mendapatkan pengisi daya EV dari perusahaan China dalam jumlah besar karena biaya yang lebih murah, tetapi pemerintah berusaha untuk mempromosikan manufaktur lokal dengan memberlakukan persyaratan lokalisasi wajib bagi perusahaan swasta yang ingin melakukan bisnis di Indonesia di sektor EV. Sejumlah kecil startup pengisian EV saat ini sedang dalam tahap uji coba di negara tersebut, dan masih harus dilihat apakah mereka dapat memperluas operasi mereka secara memadai dan menjadi menguntungkan di tahun-tahun mendatang.
Tersedianya cadangan nikel dengan jumlah yang memadai di Indonesia memberikan keuntungan alami untuk pembuatan baterai, yang merupakan salah satu komponen terpenting dari sebuah EV. Pengurangan Pajak, Insentif Fiskal, dan Tax Holiday yang diberikan oleh pemerintah Indonesia meningkatkan peluang bagi produsen EV. Meskipun pembangunan infrastruktur angkutan umum semakin berkembang, kepemilikan angkutan pribadi masih disukai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dan 70% masyarakat bersedia memiliki kendaraan listrik. Indonesia menyediakan listrik termurah di kawasan ini. Dibandingkan dengan harga minyak bumi sekitar USD 0,9/L, biaya listrik di Indonesia hanya sebesar USD 0,1/kwh. Hal ini dapat memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi pengguna EV di masa mendatang, yang juga dapat menjadi pendorong utama bagi EV untuk lebih berkembang di Indonesia.
Pandangan Masa Depan yang Cerah:
Dengan lebih dari 22% cadangan nikel dunia terdapat di Indonesia, komitmen pemerintah untuk menurunkan emisinya (29% pada tahun 2030) dan minat masyarakat yang semakin besar terhadap kendaraan ramah lingkungan. Ini akan sangat membantu manufaktur EV untuk berkembang. Indonesia bertujuan untuk mencapai adopsi 2,1 juta sepeda motor listrik dan 400.000 mobil listrik – dimana 20% diproduksi secara lokal pada tahun 2025. Semua sepeda motor yang dijual mulai tahun 2040 akan bertenaga listrik, sementara semua mobil baru yang dijual mulai tahun 2050 akan menjadi kendaraan listrik (Kendaraan Listrik). ). Pendapatan Peralatan Pengisian Daya diharapkan tumbuh pada CAGR sebesar 44% dari tahun 2022 hingga 2026.
Segmen Utama Pembahasan pada Laporan Industri Peralatan Pengisian kendaraan listrik Indonesia: -
Ukuran Pasar Pengisian kendaraan listrik menurut
Industri Peralatan Pengisian kendaraan listrik Indonesia menurut
Analsisis Produk
Analisa Harga
Narasumber Utama
Periode Waktu yang Tercatat dalam Laporan:
Pemain EV Charging Equipment di Indonesia
Topik Utama Pembahasan dalam Laporan
Segmen Utama Pembahasan pada Laporan Industri Peralatan Pengisian kendaraan listrik Indonesia: -
Ukuran Pasar Pengisian kendaraan listrik menurut
Industri Peralatan Pengisian kendaraan listrik Indonesia menurut
Analsisis Produk
Analisa Harga
Narasumber Utama
Periode Waktu yang Tercatat dalam Laporan:
Pemain EV Charging Equipment di Indonesia
1.1. Bagaimana Posisi Industri EV Charging di Indonesia?
2.1. Gambaran Pasar EV Indonesia
2.2. Gambaran Umum Adopsi EV di Indonesia
2.3. Tinjauan Pasar Pengisian EV Indonesia
2.4. Rantai Nilai Infrastruktur dan Peralatan Pengisian EV
2.5. Ekosistem Entitas Utama di Pasar Peralatan Pengisian EV
2.6. Perbedaan antara SPKLU dan SPBKLU
2.7. Model Bisnis SPKLU
3.1. Ukuran Pasar berdasarkan Pendapatan, 2017-2021
3.2. Market Sizing berdasarkan pendapatan melalui penjualan mobil baru, 2017-2021
3.3. Ukuran Pasar berdasarkan pendapatan melalui permintaan pengisi daya berdasarkan jenis stasiun pengisian daya, 2021
4.1. Segmentasi Pasar berdasarkan Pendapatan menurut Jenis Pengisi Daya (AC vs DC), 2021
4.2. Segmentasi Pasar berdasarkan Pendapatan berdasarkan Jenis Pengisian (Rumah, Swasta dan Publik), 2021
4.3. Segmentasi Pasar Berdasarkan Pendapatan Menurut Jenis Kendaraan (Roda Dua (2W), Tiga (3W), dan Empat (4W)), 2021
4.4. Segmentasi Pasar berdasarkan Pendapatan berdasarkan Permintaan Geografis, 2021
4.5. Segmentasi Pasar berdasarkan Pendapatan menurut Jenis Saluran Penjualan (Online, Dealer dan Langsung), 2021
4.6. Segmentasi Pasar Berdasarkan Pendapatan Menurut Jenis Pabrikan (Domestik vs Impor), 2021
4.7. Segmentasi Pasar berdasarkan unit pengisi daya berdasarkan kategor Kendaraan i (2W, 3W dan 4W), 2017-2021
5.1. Tren di Pasar EV Indonesia
5.2. Isu dan Tantangan di Pasar EV Indonesia
5.3. Analisis SWOT Pasar EV Indonesia
5.4. Peraturan Pemerintah
5.5. Pendorong Pertumbuhan Pasar EV Indonesia
6.1. Jenis Stasiun Pengisian EV
6.2. Jenis Colokan
6.3. Deskripsi Plug Socket-Outlet
6.4. Deskripsi Jenis Pengisian EV berdasarkan Arus Keluaran
6.5. Deskripsi standar umum pengisian daya
6.6. Infrastruktur Stasiun Pengisian Daya di Indonesia
7.1. Analisis Harga penawaran EV Roda Empat (4W) di Indonesia
7.2. Analisis Harga penawaran EV Roda Dua (2W) di Indonesia
7.3. Analisis Harga Pengisi Daya 2W EV di Indonesia
7.4. Analisis Harga Pengisi Daya 4W EV di Indonesia
7.5. Analisis Harga Pengisi Daya berdasarkan Jenis Pengisian
8.1. Analisis Komparatif Mobilitas Listrik Antar Negara Asia Tenggara
8.2. Lanskap Persaingan di Indonesia
8.3. Pangsa Pasar Produsen Peralatan Utama
8.4. Penawaran Pengisi Daya oleh Pemain Top
8.5. Profil Perusahaan Delta
8.6. Profil Perusahaan ABB
8.7. Profil Perusahaan Schneider Electric
9.1. Studi kasus PLN
9.2. Studi kasus EESL
9.3. Studi kasus Alfen
10.1. Prospek Masa Depan Pasar Kendaraan Listrik Indonesia, 2026
10.2. Prospek Masa Depan Penjualan BEV dan E Scooter, 2022- 2026
10.3. Prospek Masa Depan Penjualan E Rickshaw dan E Taxi, 2022- 2026
10.4. Segmentasi Pasar berdasarkan Pendapatan menurut Jenis Pengisi Daya (AC vs DC), 2026
10.5. Segmentasi Pasar berdasarkan Pendapatan berdasarkan Jenis Pengisian (Rumah, Swasta dan Publik), 2026
10.6. Segmentasi Pasar Berdasarkan Pendapatan Menurut Jenis Kendaraan (2W, 3W dan 4W), 2026
10.7. Segmentasi Pasar berdasarkan Pendapatan berdasarkan Permintaan Geografis, 2026
10.8. Segmentasi Pasar berdasarkan Pendapatan menurut Jenis Saluran Penjualan (Online, Dealer dan Langsung), 2026
10.9. Segmentasi Pasar Berdasarkan Pendapatan Menurut Jenis Pabrikan (Domestik vs Impor), 2026
10.10. Prospek Masa Depan pertumbuhan stasiun pengisian daya 2022- 2026
11.1. Rekomendasi Analis- Analisis Kesenjangan (Gap)
11.2. Rekomendasi Analis- Model Pasar
11.3. Rekomendasi Analis- Masa Depan Berkelanjutan
12.1. Definisi dan Asumsi Pasar
12.2. Singkatan
12.3. Pendekatan Ukuran Pasar
12.4. Pendekatan Riset Terkonsolidasi
12.5. Memahami Potensi Pasar Melalui In-Depth Interview
12.6. Keterbatasan dan Kesimpulan Masa Depan
What makes us stand out is that our consultants follows Robust, Refine and Result (RRR) methodology. i.e. Robust for clear definitions, approaches and sanity checking, Refine for differentiating respondents facts and opinions and Result for presenting data with story
We have set a benchmark in the industry by offering our clients with syndicated and customized market research reports featuring coverage of entire market as well as meticulous research and analyst insights.
While we don't replace traditional research, we flip the method upside down. Our dual approach of Top Bottom & Bottom Top ensures quality deliverable by not just verifying company fundamentals but also looking at the sector and macroeconomic factors.
With one step in the future, our research team constantly tries to show you the bigger picture. We help with some of the tough questions you may encounter along the way: How is the industry positioned? Best marketing channel? KPI's of competitors? By aligning every element, we help maximize success.
Our report gives you instant access to the answers and sources that other companies might choose to hide. We elaborate each steps of research methodology we have used and showcase you the sample size to earn your trust.
If you need any support, we are here! We pride ourselves on universe strength, data quality, and quick, friendly, and professional service.